Pembeli layanan IT sering kali bukan orang IT. Yang memutuskan bisa jadi pemilik usaha, direktur keuangan, atau kepala operasional. Bila company profile perusahaan IT dipenuhi nama teknologi dan istilah teknis, pembaca seperti ini tidak bisa menilai apakah Anda menyelesaikan masalah mereka, lalu memilih penyedia yang penjelasannya lebih mudah dipahami.
Masalah khas company profile perusahaan IT
- Daftar teknologi tanpa konteks. Deretan logo bahasa pemrograman dan platform tidak menjelaskan apa yang bisa Anda lakukan untuk pembaca.
- Layanan yang terdengar sama dengan semua orang. “Software development, web, mobile, cloud” bisa ditulis oleh perusahaan IT mana pun.
- Tidak ada hasil bisnis. Pembaca tidak menemukan apa yang berubah bagi klien setelah sistem selesai.
- Tangkapan layar tanpa cerita. Tampilan aplikasi yang bagus tidak menjelaskan masalah apa yang diselesaikannya.
Cara menjelaskan layanan teknis kepada pembeli non-teknis
1. Mulai dari masalah bisnis
Tulis layanan Anda dari sudut pandang masalah yang dirasakan klien, misalnya data yang diketik berulang atau laporan yang terlambat, baru kemudian solusinya.
2. Terjemahkan istilah teknis menjadi hasil
| Bahasa teknis | Bahasa pembeli |
|---|---|
| Integrasi API antara CRM dan ERP | Data pelanggan tidak perlu diketik dua kali |
| Aplikasi berbasis cloud | Tim bisa mengakses sistem dari mana saja dengan aman |
| Dashboard real-time | Manajer melihat angka hari ini tanpa menunggu laporan akhir bulan |
| Otomasi alur kerja | Persetujuan yang dulu memakan hari kini selesai dalam hitungan jam |
3. Jelaskan proses kerja
Tahapan dari pemetaan kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, serah terima, sampai dukungan setelahnya menurunkan rasa risiko di mata pembeli yang belum pernah membangun sistem.
4. Letakkan teknologi sebagai pelengkap
Daftar teknologi tetap berguna bagi pembaca teknis, tetapi tempatkan di bagian belakang atau lampiran.
5. Jelaskan keamanan data dan dukungan
Siapa yang memiliki akses ke data klien, bagaimana data dilindungi, dan seberapa cepat masalah ditangani setelah sistem berjalan.
Baca juga: Company Profile vs Pitch Deck: Kapan Memakai yang Mana untuk Investor dan Calon Klien
Studi kasus sebagai bukti utama
Untuk perusahaan IT, studi kasus adalah bukti terkuat. Susun dengan alur masalah, pendekatan, dan hasil. Studi kasus kami untuk PT Jaya Transtama Internusa, misalnya, menceritakan pekerjaan ERP dari sisi operasionalnya, yaitu memindahkan perusahaan dari sistem offline ke cloud, bukan dari daftar modul yang dipasang.
Prinsip bahasa sehari-hari ini berlaku di industri apa pun. Company profile Agrapana Interior menjelaskan cara kerjanya dalam tiga langkah yang dipahami siapa pun, lalu langsung menjawab kenapa langkah itu penting bagi pembeli. Bila Anda ingin company profile perusahaan IT yang ditulis dengan cara serupa, lihat layanan jasa pembuatan company profile kami.
Baca juga: Perbedaan Company Profile dan Proposal Penawaran: Kenapa Compro Saja Tidak Menutup Deal
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kesalahan paling umum di company profile perusahaan IT?
Terlalu banyak istilah teknis dan daftar teknologi, sementara manfaat bisnisnya tidak dijelaskan. Pembeli yang bukan orang teknis tidak bisa menilai apakah layanan Anda menyelesaikan masalah mereka.
Perlukah mencantumkan daftar teknologi yang dikuasai?
Perlu, tetapi sebagai pelengkap di bagian belakang atau lampiran. Pembaca teknis akan mencarinya, sedangkan pembaca bisnis membutuhkan penjelasan manfaat lebih dulu.
Bagaimana menampilkan studi kasus tanpa membuka rahasia klien?
Fokus pada masalah, pendekatan, dan hasil dalam bentuk yang disetujui klien. Bila nama klien tidak boleh disebut, gunakan deskripsi industri dan skala perusahaan.
Apakah perlu menjelaskan keamanan data di company profile?
Perlu, terutama bila Anda mengelola data klien. Jelaskan secara singkat bagaimana data dilindungi, siapa yang memiliki akses, dan standar yang Anda ikuti, tanpa membuka detail teknis yang sensitif.
Bagaimana menjelaskan layanan berkelanjutan seperti pemeliharaan sistem?
Jelaskan apa yang termasuk, seberapa cepat respons terhadap masalah, dan bagaimana klien melaporkan kendala. Pembeli ingin tahu apa yang terjadi setelah sistem selesai dibangun.
Tentang RHP
PT RHP Cipta Digital adalah agensi digital dan marketing internasional yang berbasis di Jakarta. Kami menulis dan mendesain company profile perusahaan yang dipakai untuk menjual, serta membangun website custom dan aplikasi web dan landing page untuk perusahaan B2B.
Kami telah menyelesaikan lebih dari 100 proyek dan menghasilkan lebih dari 1.000 leads B2B untuk klien di Amerika Serikat, Indonesia, dan sejumlah negara lain.
Layanan Anda sulit dijelaskan kepada pembeli?
Ceritakan layanan dan pembeli yang Anda tuju. Kami bantu menerjemahkan keahlian teknis Anda menjadi alasan yang dipahami pengambil keputusan. Konsultasi awal bersifat gratis dan tidak mengikat.



